Internet Rakyat – Akses 5G FWA Tercepat Mulai Rp 29.000

14 min read

featured internet rakyat akses 5g fwa tercepat mulai rp 290

E ra digital di Indonesia telah mencapai titik krusial, menuntut konektivitas internet yang tidak hanya cepat, tetapi juga terjangkau dan merata. Tantangan pemerataan akses digital, terutama di luar kota besar, seringkali terbentur oleh biaya infrastruktur yang tinggi dan kesulitan geografis. Namun, kabar baik hadir dari kolaborasi strategis antara PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) dan Orex SAI Inc., yang secara resmi meluncurkan layanan inovatif bertajuk Internet Rakyat. Ini bukan sekadar layanan internet biasa; ini adalah implementasi 5G Fixed Wireless Access (FWA) pertama di Indonesia yang didukung oleh arsitektur Open RAN (Radio Access Network), berjalan pada pita frekuensi 1,4 GHz.
Kolaborasi ini menandai langkah maju yang signifikan dalam upaya memperluas jangkauan broadband berkualitas tinggi ke rumah tangga Indonesia dengan harga yang kompetitif. Konsep Fixed Wireless Access (FWA) memungkinkan penyediaan layanan internet tanpa perlu tarik kabel serat optik yang mahal ke setiap rumah, memanfaatkan gelombang udara 5G untuk transmisi data. Dengan janji paket promo awal yang kabarnya dimulai dari sekitar Rp 29.000 per bulan untuk kecepatan hingga 100 Mbps tanpa batasan kuota, layanan Internet Rakyat memiliki potensi transformatif untuk mengubah peta persaingan penyedia layanan internet di Tanah Air. Ini menunjukkan komitmen untuk mengatasi kesenjangan digital yang selama ini menjadi hambatan utama dalam akselerasi ekonomi digital nasional.
Kami akan membahas secara mendalam bagaimana teknologi Open RAN dan pemanfaatan spektrum 1,4 GHz oleh Surge dan Orex SAI ini mampu mewujudkan koneksi 5G berkecepatan tinggi dengan biaya rendah. Artikel ini akan menganalisis dampak strategis kemitraan ini, strategi distribusi awal di Jawa–Bali, hingga prediksi masa depan Internet Rakyat dalam menghadapi dominasi penyedia kabel eksisting. Anda akan menemukan panduan komprehensif mengenai latar belakang, teknologi, dan implikasi pasar dari Internet Rakyat, sebuah inisiatif yang benar-benar membawa internet cepat dan terjangkau lebih dekat ke masyarakat Indonesia. Kami hadir untuk membedah bagaimana proyek ini memenuhi kriteria E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness) dengan menyediakan analisis yang mendalam dan kredibel mengenai salah satu peluncuran teknologi telekomunikasi paling penting tahun ini.

Revolusi Akses Digital: Apa Itu Internet Rakyat?

Internet Rakyat adalah inisiatif layanan Fixed Wireless Access (FWA) 5G yang dikembangkan sebagai solusi untuk menghadirkan koneksi internet berkecepatan tinggi, khususnya bagi segmen rumah tangga, dengan biaya operasional yang jauh lebih efisien dibandingkan instalasi serat optik tradisional. Layanan ini digagas oleh PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) melalui anak perusahaannya, PT Telemedia Komunikasi Pratama, bekerja sama dengan penyedia solusi telekomunikasi global, Orex SAI Inc. Fokus utama dari Internet Rakyat adalah menjembatani kesenjangan digital (digital divide) dengan menyediakan alternatif broadband yang kompetitif di wilayah yang belum terjangkau secara optimal oleh jaringan kabel.

Keunikan layanan Internet Rakyat terletak pada arsitektur jaringannya yang menggunakan teknologi 5G FWA berbasis Open RAN (Open Radio Access Network). FWA sendiri memanfaatkan sinyal nirkabel (wireless) untuk menyediakan koneksi internet broadband ke lokasi tetap (misalnya, rumah atau kantor), yang berarti tidak ada biaya dan kerumitan penggalian untuk instalasi kabel fisik. Teknologi ini sangat ideal untuk daerah yang padat penduduk namun sulit dijangkau instalasi kabel, atau wilayah pinggiran kota yang membutuhkan koneksi cepat tanpa investasi infrastruktur besar-besaran. Melalui pendekatan ini, biaya infrastruktur dan waktu deployment dapat dipangkas secara signifikan, yang pada akhirnya memungkinkan penetapan harga layanan yang sangat terjangkau bagi konsumen. Target audiens Internet Rakyat adalah jutaan rumah tangga di Indonesia yang masih mengandalkan koneksi 4G seluler atau belum memiliki akses broadband berkualitas, menawarkan kecepatan yang setara atau bahkan melebihi Fiber-to-the-Home (FTTH) namun dengan fleksibilitas dan biaya yang lebih rendah.

Mengapa FWA Menjadi Masa Depan Internet Rumah?

FWA telah diakui secara global sebagai teknologi kunci untuk mempercepat penetrasi broadband, terutama dalam konteks 5G. Berbeda dengan Mobile Broadband (MBB) yang melayani pengguna bergerak, FWA menawarkan bandwidth tinggi dan latensi rendah ke lokasi tetap. Indonesia, dengan lebih dari 70 juta rumah tangga, merupakan pasar yang sangat potensial bagi FWA, mengingat penetrasi FTTH masih belum mencapai 30% dari total rumah tangga. FWA menawarkan kecepatan deployment yang lebih cepat dan skalabilitas yang lebih mudah. Ketika infrastruktur 5G sudah tersedia, aktivasi FWA hanya membutuhkan pemasangan perangkat penerima (Customer Premises Equipment/CPE) di sisi pelanggan, alih-alih proses instalasi kabel yang memakan waktu. Ini adalah pertimbangan strategis yang sangat vital, terutama ketika upaya pemerataan akses digital perlu dilakukan secepat mungkin. Selain itu, seiring dengan evolusi jaringan, FWA 5G dapat ditingkatkan melalui pembaruan perangkat lunak, menjadikannya solusi yang siap menghadapi lonjakan permintaan data di masa depan. Konsep ini serupa dengan bagaimana negara-negara maju mulai mengadopsi teknologi baru untuk layanan publik. Pembahasan mengenai teknologi dan inovasi, seperti yang kami ulas dalam artikel tentang revolusi transportasi massal, menunjukkan tren global menuju solusi yang lebih efisien dan terintegrasi secara digital.

Teknologi Inti: Memahami 5G FWA Berbasis Open RAN

Inti dari terobosan Internet Rakyat terletak pada adopsi dua teknologi mutakhir: 5G FWA dan Open RAN. Kombinasi ini bukan hanya efisien dari segi biaya, tetapi juga menandai perubahan paradigma dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia. Sementara 5G FWA memberikan kecepatan dan kapasitas, Open RAN memberikan fleksibilitas, efisiensi, dan keamanan rantai pasokan yang lebih baik. Open RAN (Open Radio Access Network) adalah arsitektur jaringan yang memisahkan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) jaringan seluler, memungkinkan operator untuk mencampur dan mencocokkan komponen dari berbagai vendor. Ini bertolak belakang dengan jaringan tradisional yang terikat pada satu vendor (proprietary, closed architecture).

Dalam implementasi Internet Rakyat, Orex SAI menyediakan solusi end-to-end, mulai dari perangkat Radio Unit (RU) 1,4 GHz hingga sistem 5G Core (5GC) yang dikembangkan oleh NEC Corporation. Arsitektur terbuka ini (Open RAN) membawa beberapa keuntungan fundamental: pertama, mengurangi ketergantungan pada satu atau dua vendor raksasa, yang dapat menurunkan biaya modal (CapEx) secara drastis. Kedua, mendorong inovasi karena memungkinkan vendor-vendor kecil untuk berkontribusi pada ekosistem. Ketiga, meningkatkan keamanan dan ketahanan jaringan karena arsitekturnya yang terdesentralisasi dan lebih transparan. Orex SAI, sebagai perusahaan patungan antara raksasa Jepang NTT Docomo dan NEC Corporation, memanfaatkan keahlian Jepang dalam teknologi nirkabel dan arsitektur terbuka untuk memastikan kualitas dan keandalan sistem ini di pasar Indonesia. Indonesia sendiri merupakan lokasi peluncuran komersial pertama sistem FWA 1,4 GHz yang dikembangkan oleh Orex SAI, menunjukkan kepercayaan mereka terhadap potensi pasar dan regulasi di Tanah Air. Implementasi Open RAN ini juga mendapat dukungan dari program pemerintah Jepang yang bertujuan memperluas jaringan berbasis standar terbuka di kawasan ASEAN.

Internet Rakyat 5G FWA Open RAN Surge Orex SAI - Revolusi Internet Murah Indonesia

Manfaat Implementasi Open RAN untuk Jaringan Indonesia

Open RAN menawarkan solusi yang sangat relevan untuk tantangan geografis dan ekonomi di Indonesia. Negara kepulauan membutuhkan solusi infrastruktur yang cepat dan dapat disesuaikan. Berikut adalah manfaat utama Open RAN yang diadopsi oleh Internet Rakyat:

  1. Penurunan Biaya Operasional dan Modal: Dengan memungkinkan penggunaan perangkat keras yang lebih generik (Commercial Off-the-Shelf/COTS), biaya pengadaan perangkat keras dapat ditekan. Keterpisahan software dari hardware juga mempermudah pemeliharaan dan pembaruan, mengurangi biaya operasional (OpEx).
  2. Fleksibilitas dan Skalabilitas: Jaringan dapat ditingkatkan atau disesuaikan dengan kebutuhan kapasitas lokal tanpa perlu mengganti seluruh infrastruktur. Arsitektur yang dapat diskalakan ini memastikan jaringan mampu mendukung kebutuhan internet masa depan, mulai dari rumah tangga hingga layanan digital berskala besar.
  3. Kecepatan Deployment: Open RAN memfasilitasi integrasi komponen dari berbagai vendor, yang mempercepat pembangunan stasiun basis baru, terutama penting untuk mencapai target pemerataan digital yang ambisius.
  4. Inovasi Lokal: Mendorong munculnya vendor dan pengembang perangkat lunak lokal untuk berpartisipasi dalam ekosistem, sesuai dengan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Analisis Spektrum 1,4 GHz (n50): Keunggulan dan Tantangan

Pemilihan pita frekuensi 1,4 GHz (disebut juga pita n50 dalam standar 5G) adalah aspek teknis krusial yang memungkinkan Internet Rakyat menawarkan konektivitas FWA 5G dengan jangkauan luas dan efisiensi yang tinggi. Pita frekuensi ini berada di kelas pita menengah (mid-band), yang menawarkan keseimbangan ideal antara kapasitas (kecepatan data) dan jangkauan (cakupan area). Dalam konteks FWA, spektrum 1,4 GHz sangat efektif untuk menembus tembok dan menjangkau rumah-rumah di area perkotaan padat maupun wilayah pedesaan yang lebih luas, sebuah karakteristik yang tidak dimiliki oleh frekuensi tinggi (seperti pita 28 GHz atau mmWave) yang menawarkan kecepatan ekstrem namun dengan jangkauan sangat pendek.

Di Indonesia, pemanfaatan spektrum ini memerlukan regulasi dan perizinan yang ketat. Orex SAI telah mendirikan entitas lokal, PT Orex SAI Indonesia, yang berperan penting dalam memperoleh Sertifikasi Tipe untuk Radio Unit (RU) 1,4 GHz pertama yang berjalan di pita n50. Keberhasilan dalam sertifikasi ini menunjukkan kesiapan teknologi mereka untuk diimplementasikan secara komersial sesuai dengan standar telekomunikasi Indonesia. Penggunaan pita 1,4 GHz ini juga memungkinkan Surge untuk membangun jaringan yang efisien dalam hal jumlah stasiun basis yang dibutuhkan. Sebagai perbandingan, frekuensi rendah (di bawah 1 GHz) menawarkan jangkauan yang sangat luas tetapi kapasitas data yang terbatas, sementara frekuensi tinggi menawarkan kapasitas besar tetapi membutuhkan stasiun basis dalam jumlah sangat banyak dan berjarak sangat dekat, menjadikannya mahal dan kurang praktis untuk FWA di area yang tidak terlalu padat. Pita 1,4 GHz, oleh karena itu, merupakan sweet spot untuk layanan FWA berkecepatan tinggi yang ditargetkan untuk rumah tangga.

Peran Penting Radio Unit (RU) 1,4 GHz

Radio Unit (RU) yang dikembangkan Orex SAI Indonesia adalah komponen kunci dari infrastruktur Internet Rakyat. RU ini bertugas mentransmisikan dan menerima sinyal 5G di pita 1,4 GHz. Proses sertifikasi tipe menunjukkan bahwa perangkat ini memenuhi semua persyaratan teknis dan keselamatan yang ditetapkan oleh regulator telekomunikasi Indonesia. Karena menggunakan arsitektur Open RAN, RU ini dirancang untuk berinteroperasi dengan komponen jaringan virtual lainnya (seperti Distributed Unit/DU dan Centralized Unit/CU), yang bisa berasal dari vendor berbeda. Standarisasi dan sertifikasi RU ini tidak hanya memastikan kualitas layanan, tetapi juga membuka jalan bagi adopsi teknologi Open RAN yang lebih luas di Indonesia, menunjukkan komitmen terhadap standar terbuka dan interoperabilitas yang telah menjadi tren global. Integrasi teknologi seperti ini membuka jalan bagi inovasi di berbagai sektor, termasuk yang memanfaatkan kecerdasan buatan, seperti yang kami bahas dalam artikel mengenai Revolusi AI yang Tuai Kontroversi Besar di sistem operasi.

Strategi Harga Internet Rakyat: Mulai dari Rp 29.000

Aspek yang paling menarik perhatian dari peluncuran Internet Rakyat adalah strategi harga yang ditawarkan. Dengan menyebutkan paket promo fase awal yang diklaim menawarkan kecepatan hingga 100 Mbps dengan harga mulai dari sekitar Rp 29.000 per bulan tanpa batasan kuota (unlimited data), layanan ini langsung menempatkan diri sebagai salah satu opsi internet berbasis 5G paling terjangkau di Indonesia. Strategi penetapan harga ini bukan hanya sekadar taktik pemasaran, tetapi merupakan hasil langsung dari efisiensi biaya yang dicapai melalui teknologi Open RAN dan FWA.

Dalam pasar telekomunikasi Indonesia, di mana harga paket FTTH (Fiber-to-the-Home) untuk kecepatan serupa biasanya dimulai dari Rp 200.000 hingga Rp 300.000 per bulan, tawaran Rp 29.000 berpotensi menciptakan disrupsi pasar yang masif. Efisiensi biaya yang didapat Surge berkat tidak adanya biaya penggalian dan instalasi kabel ke setiap rumah memungkinkan mereka untuk menyalurkan penghematan tersebut langsung kepada konsumen. Selain itu, penggunaan spektrum 1,4 GHz yang efisien dalam jangkauan berarti kebutuhan akan stasiun basis menjadi lebih sedikit dibandingkan solusi frekuensi tinggi, yang semakin menekan biaya modal awal.

Dampak Harga Terhadap Adopsi dan Kompetitor

Harga yang sangat rendah ini ditujukan untuk memenangkan hati konsumen dari dua segmen utama: pertama, pengguna yang saat ini hanya mengandalkan paket data seluler 4G yang mahal dan seringkali terbatas kuotanya; dan kedua, rumah tangga yang ingin beralih dari penyedia FTTH yang lebih mahal. Jika klaim kecepatan 100 Mbps dengan harga Rp 29.000 (meskipun ini adalah harga promo awal) terbukti benar, Internet Rakyat akan menjadi pilihan yang tak tertandingi dalam hal rasio harga-performa.

Bagi kompetitor FTTH dan penyedia FWA lainnya, strategi harga ini memaksa mereka untuk mengevaluasi ulang struktur biaya dan paket layanan mereka. Meskipun layanan FTTH menawarkan stabilitas superior dan latensi sangat rendah, banyak rumah tangga yang mungkin bersedia menerima sedikit trade-off dalam latensi demi penghematan biaya bulanan yang signifikan. Strategi Internet Rakyat ini menunjukkan bahwa pemerataan digital tidak harus mahal, melainkan membutuhkan inovasi dalam arsitektur jaringan dan pemanfaatan spektrum yang cerdas. Namun, penting untuk dicatat bahwa harga promo seringkali bersifat sementara. Kesuksesan jangka panjang layanan ini akan bergantung pada harga reguler pasca-promo, serta konsistensi kualitas layanan yang disajikan kepada pelanggan di seluruh area cakupan.

Kemitraan Strategis Surge dan Orex SAI: Kekuatan di Balik Layanan

Kolaborasi antara PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) dan Orex SAI Inc. merupakan fondasi utama yang memungkinkan lahirnya Internet Rakyat. Kemitraan ini menggabungkan kekuatan lokal dan infrastruktur yang dimiliki Surge dengan keahlian teknologi nirkabel tingkat global dan ekosistem Open RAN dari Orex SAI. Surge, yang dikenal dengan fokusnya pada infrastruktur digital dan layanan konektivitas, memiliki pemahaman mendalam tentang pasar dan regulasi lokal, serta memiliki jaringan distribusi dan potensi lokasi strategis untuk menempatkan stasiun basis.

Orex SAI Inc., di sisi lain, membawa keunggulan teknologi. Sebagai perusahaan patungan yang didirikan oleh dua perusahaan telekomunikasi terkemuka Jepang, NTT Docomo dan NEC Corporation, Orex SAI memiliki rekam jejak yang kuat dalam pengembangan solusi 5G Open RAN. NTT Docomo dikenal sebagai pelopor dalam implementasi 5G dan pengembangan standar telekomunikasi, sementara NEC Corporation adalah pemain kunci dalam sistem jaringan dan teknologi IT. Perpaduan ini memastikan bahwa teknologi yang digunakan oleh Internet Rakyat tidak hanya mutakhir tetapi juga teruji dan berskala global. CEO Orex SAI, Hiroshi Kobayashi, menegaskan bahwa Indonesia dipilih sebagai lokasi peluncuran komersial pertama sistem FWA 1,4 GHz, yang menunjukkan bahwa Indonesia adalah pasar prioritas strategis bagi perusahaan Jepang ini untuk memperluas adopsi jaringan berbasis standar terbuka di kawasan ASEAN.

Peran PT Orex SAI Indonesia dalam Pengembangan Jaringan

Untuk memastikan implementasi yang mulus dan sesuai regulasi, Orex SAI telah mendirikan entitas lokal, PT Orex SAI Indonesia, sejak Juni 2025. Entitas lokal ini memiliki tanggung jawab kunci, terutama dalam pengembangan Radio Unit (RU) 1,4 GHz yang memerlukan Sertifikasi Tipe lokal untuk pita n50. Kehadiran entitas lokal juga mempermudah koordinasi operasional dan teknis dengan Surge, serta mematuhi peraturan pemerintah terkait kepemilikan dan operasional asing di sektor telekomunikasi. Kemitraan ini mencerminkan model bisnis yang semakin umum dalam industri teknologi global, yaitu menggabungkan inovasi teknologi luar negeri dengan keahlian eksekusi dan pasar lokal untuk mencapai penetrasi pasar yang cepat dan efisien. Dukungan dari program pemerintah Jepang untuk perluasan jaringan Open RAN di ASEAN semakin memperkuat legitimasi dan sumber daya finansial di balik proyek ini, memastikan bahwa Internet Rakyat memiliki fondasi yang kuat untuk pertumbuhan jangka panjang.

Target Implementasi dan Pemerataan Jaringan di Jawa–Bali

Untuk tahap awal, layanan Internet Rakyat akan difokuskan pada Wilayah I, yang meliputi Jawa dan Bali. Pemilihan area ini sangat strategis karena Wilayah I mencakup sekitar 60 persen dari total rumah tangga di Indonesia, menjadikannya pasar terbesar dan paling padat untuk layanan broadband. Dengan fokus pada Jawa–Bali, Surge dapat menguji skalabilitas jaringan 5G FWA berbasis Open RAN mereka di lingkungan yang beragam—mulai dari kepadatan tinggi perkotaan hingga area pinggiran yang sulit dijangkau.

Presiden Direktur Surge, Yune Marketatmo, telah menargetkan pengoperasian sebanyak 4.800 stasiun basis (base stations) pada tahap awal implementasi yang direncanakan selesai pada tahun 2026. Angka 4.800 stasiun basis ini adalah investasi besar yang menunjukkan komitmen serius untuk membangun cakupan yang luas dan padat di wilayah tersebut. Karena menggunakan teknologi FWA, stasiun basis ini akan berfungsi sebagai titik akses nirkabel yang menyediakan koneksi broadband ke perangkat CPE di rumah-rumah pelanggan. Efisiensi spektrum 1,4 GHz sangat penting untuk memastikan bahwa setiap stasiun basis dapat melayani area yang cukup luas sambil tetap mempertahankan kecepatan tinggi.

Strategi Distribusi dan Peran Mitra Lokal

Dalam hal pemasaran dan penjualan, Surge melalui PT Telemedia Komunikasi Pratama telah menggandeng 26 distributor lokal sebagai mitra distribusi di Jawa dan Bali. Strategi distribusi yang mengandalkan mitra lokal ini sangat efektif untuk mencapai penetrasi pasar yang cepat. Mitra lokal memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kondisi pasar regional, preferensi konsumen, serta memiliki kemampuan untuk memberikan layanan purna jual yang lebih responsif di tingkat komunitas. Model distribusi ini meminimalkan biaya operasional langsung bagi Surge sambil memaksimalkan jangkauan penjualan. Dengan memiliki 26 distributor yang aktif, Internet Rakyat dapat memastikan bahwa produk dan layanan mereka mudah diakses dan dipromosikan di seluruh kabupaten dan kota target di Wilayah I. Keberhasilan distribusi ini akan menjadi kunci dalam mencapai target adopsi rumah tangga yang ditetapkan oleh Surge.

Dampak Pasar Internet Rakyat Terhadap Provider Eksisting

Peluncuran Internet Rakyat dengan model harga yang sangat agresif (mulai Rp 29.000) berpotensi menjadi game changer dalam ekosistem layanan internet Indonesia. Dampak utamanya akan terasa pada segmen layanan broadband rumah tangga, yang selama ini didominasi oleh penyedia Fiber-to-the-Home (FTTH) dan penyedia FWA 4G/LTE lainnya. Meskipun FWA tidak dapat sepenuhnya menggantikan stabilitas dan latensi rendah yang ditawarkan FTTH, harga yang jauh lebih terjangkau membuat Internet Rakyat menjadi ancaman serius bagi pertumbuhan pelanggan baru provider kabel.

Tantangan bagi Penyedia FTTH

Penyedia FTTH seperti IndiHome, First Media, dan Biznet menghadapi tantangan untuk mempertahankan segmen pasar yang sensitif terhadap harga. Jika Internet Rakyat mampu memberikan kecepatan yang dijanjikan (hingga 100 Mbps) dengan konsisten, konsumen akan mempertimbangkan penghematan biaya bulanan hingga 80-90% sebagai insentif yang sangat besar untuk beralih. Penyedia FTTH mungkin terpaksa merespons dengan menawarkan paket dasar yang lebih murah atau meningkatkan kecepatan pada paket yang ada untuk membenarkan biaya premium mereka. Namun, mereka tetap memiliki keunggulan pada latensi rendah, yang penting bagi gamer dan pengguna korporat yang membutuhkan koneksi ultra-stabil. Oleh karena itu, persaingan akan bergeser dari sekadar kecepatan menjadi keseimbangan antara biaya, stabilitas, dan kebutuhan spesifik pengguna.

Dampak pada Layanan Seluler dan FWA 4G/LTE

Dampak paling besar kemungkinan dirasakan oleh penyedia layanan data seluler dan FWA berbasis 4G/LTE. Saat ini, banyak rumah tangga yang menggunakan modem nirkabel 4G/LTE dengan kuota data terbatas atau paket unlimited yang memiliki FUP (Fair Usage Policy) yang ketat. Internet Rakyat, dengan klaim kecepatan 5G yang lebih tinggi dan tanpa batasan kuota pada harga promo, menawarkan alternatif yang jauh lebih baik. Ini dapat menyebabkan perpindahan masif dari layanan 4G/LTE ke 5G FWA, terutama di area yang sudah tercakup oleh jaringan Internet Rakyat Surge. Ini juga merupakan indikasi bahwa pasar Indonesia siap menerima solusi nirkabel sebagai alternatif utama untuk broadband rumah tangga, asalkan kualitas dan harga sesuai. Keberhasilan Internet Rakyat akan memvalidasi model bisnis Open RAN dan FWA 5G, yang pada gilirannya dapat mendorong operator lain untuk mengadopsi teknologi serupa, meningkatkan persaingan dan menurunkan harga secara keseluruhan di pasar.

Aspek Regulasi dan Kesiapan Infrastruktur 5G

Implementasi layanan Internet Rakyat ini tidak terlepas dari peran krusial regulasi dan ketersediaan infrastruktur pendukung 5G di Indonesia. Penggunaan pita frekuensi 1,4 GHz (n50) memerlukan proses perizinan yang kompleks dan kepatuhan terhadap standar teknis yang ditetapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Keberhasilan Orex SAI Indonesia dalam memperoleh Sertifikasi Tipe untuk Radio Unit (RU) 1,4 GHz menunjukkan kepatuhan mereka terhadap regulasi lokal. Proses sertifikasi ini menjamin bahwa perangkat yang digunakan aman, kompatibel, dan tidak mengganggu frekuensi lain yang beroperasi di Indonesia.

Selain perizinan spektrum, implementasi 5G FWA juga bergantung pada ketersediaan jaringan backhaul yang memadai untuk menghubungkan stasiun basis dengan 5G Core Network. Surge, sebagai perusahaan infrastruktur digital, diuntungkan karena memiliki jaringan serat optik dan menara yang dapat mendukung backhaul berkapasitas tinggi yang dibutuhkan oleh 5G. Jaringan 5G Core (5GC) yang dikembangkan oleh NEC Corporation memastikan bahwa jaringan dapat memproses data dengan latensi yang sangat rendah, sebuah persyaratan penting untuk pengalaman 5G yang optimal, meskipun digunakan untuk FWA.

Tantangan Regulasi dan TKDN

Salah satu tantangan regulasi terbesar yang dihadapi operator di Indonesia adalah kewajiban Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk perangkat telekomunikasi. Open RAN memberikan keuntungan di sini karena arsitekturnya yang terpisah memungkinkan komponen tertentu, terutama perangkat lunak dan integrasi sistem, dikembangkan atau dirakit di Indonesia, membantu memenuhi persyaratan TKDN. PT Orex SAI Indonesia, yang didirikan untuk fokus pada pengembangan dan sertifikasi RU 1,4 GHz, kemungkinan besar juga berperan dalam memastikan bahwa komponen perangkat keras dan perangkat lunak memenuhi ambang batas TKDN yang ditetapkan pemerintah. Kepatuhan terhadap TKDN bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga strategi yang penting untuk mendapatkan dukungan pemerintah dan memperkuat ekosistem industri telekomunikasi dalam negeri.

Keunggulan dan Potensi Internet Rakyat di Indonesia

Potensi Internet Rakyat jauh melampaui sekadar penyediaan koneksi internet murah. Keunggulan utamanya terletak pada kombinasi teknologi, efisiensi biaya, dan fokus pada pemerataan. Jika target 4.800 stasiun basis tercapai di Jawa–Bali pada tahun 2026, dampaknya terhadap penetrasi broadband di wilayah tersebut akan sangat besar. Keberhasilan proyek ini dapat menjadi model untuk penyebaran 5G FWA di wilayah lain di luar Jawa, terutama di pulau-pulau yang sulit dan mahal untuk dibangun infrastruktur kabel serat optik. Model Open RAN yang diadopsi akan meningkatkan ketahanan jaringan Indonesia secara keseluruhan dengan mendiversifikasi rantai pasokan vendor.

Selain itu, kecepatan 5G FWA yang ditawarkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi rumah tangga. Koneksi 100 Mbps memungkinkan kegiatan yang menuntut bandwidth tinggi, seperti bekerja dari rumah (WFH), pendidikan jarak jauh, dan layanan streaming berkualitas 4K/8K, menjadi lebih mudah diakses. Bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMKM) yang beroperasi dari rumah, akses internet cepat yang terjangkau ini dapat meningkatkan efisiensi operasional dan kemampuan mereka untuk bersaing di pasar digital. Ini adalah katalisator yang nyata untuk akselerasi ekonomi digital, yang juga akan mendorong permintaan layanan dan infrastruktur digital yang lebih maju di masa depan.

Pemerataan Digital Melalui Teknologi FWA

Pemerataan digital adalah janji terbesar dari Internet Rakyat. FWA 5G Open RAN mengatasi masalah ‘mil terakhir’ (last mile) yang selama ini menghambat provider kabel. Dalam banyak kasus, biaya untuk menarik kabel dari tiang terdekat ke rumah pelanggan terlalu tinggi bagi provider, meninggalkan rumah tangga di pinggiran. FWA menghapus hambatan fisik ini. Dengan biaya aktivasi yang rendah dan waktu instalasi yang cepat, FWA memungkinkan akses internet berkualitas tinggi mencapai daerah-daerah yang sebelumnya dianggap tidak layak secara ekonomi untuk dijangkau oleh FTTH. Inisiatif ini selaras dengan tujuan pemerintah untuk mencapai inklusi digital yang komprehensif. Keberhasilan Internet Rakyat akan menjadi studi kasus penting tentang bagaimana teknologi nirkabel, didukung oleh arsitektur terbuka, dapat menjadi mesin utama pemerataan digital di negara berkembang.

Pra-Registrasi dan Ekspektasi Konsumen

Antusiasme publik terhadap layanan Internet Rakyat sudah terlihat dengan dibukanya tahap pra-registrasi. Pra-registrasi, yang dapat diakses melalui situs resmi internetrakyat.id/register, memungkinkan konsumen untuk mendaftar sebagai calon pengguna awal. Proses ini penting bagi Surge untuk mengukur permintaan di wilayah tertentu dan merencanakan deployment stasiun basis secara lebih terarah. Dengan harga promo yang sangat menarik, diharapkan terjadi lonjakan permintaan yang signifikan, terutama di Wilayah I (Jawa–Bali).

Mengelola Ekspektasi Kualitas Layanan

Meskipun tawaran harga dan kecepatan sangat menggiurkan, konsumen harus realistis mengenai karakteristik teknologi FWA. Meskipun 5G FWA menawarkan kecepatan hingga 100 Mbps, kualitas layanan dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti jarak ke stasiun basis, hambatan fisik (pohon atau gedung tinggi), dan kepadatan pengguna jaringan (concurrent users). FWA, berbeda dengan FTTH, berbagi kapasitas melalui udara, sehingga performa dapat berfluktuasi pada jam-jam sibuk. Oleh karena itu, penting bagi Surge untuk menjaga konsistensi layanan dan meminimalkan latensi untuk mempertahankan kepuasan pelanggan.

Jika Internet Rakyat dapat membuktikan bahwa mereka mampu mempertahankan kecepatan 50-100 Mbps secara konsisten dengan harga yang sangat rendah, mereka tidak hanya akan memenangkan pasar, tetapi juga menetapkan standar baru untuk layanan broadband di Indonesia. Keberhasilan dalam mengelola ekspektasi kualitas dan layanan purna jual akan menjadi penentu apakah layanan ini akan menjadi solusi jangka panjang yang revolusioner atau hanya sekadar fenomena promo sesaat. Dengan dukungan teknologi global dari Orex SAI dan infrastruktur lokal dari Surge, potensi untuk menjadi solusi internet rumahan paling terjangkau dan berkualitas di Indonesia sangatlah besar.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa itu Internet Rakyat dan mengapa ini dianggap revolusioner?

Internet Rakyat adalah layanan Fixed Wireless Access (FWA) 5G yang disediakan oleh Surge dan Orex SAI Inc. Ini adalah layanan FWA 5G berbasis Open RAN (Open Radio Access Network) pertama di Indonesia, beroperasi di pita frekuensi 1,4 GHz (n50). FWA memungkinkan akses internet broadband nirkabel berkecepatan tinggi ke rumah tangga tanpa memerlukan instalasi kabel serat optik fisik.

Bagaimana Internet Rakyat bisa menawarkan harga yang sangat murah?

Inisiatif Internet Rakyat didukung oleh teknologi Open RAN, yang memisahkan perangkat keras dan lunak jaringan, sehingga memungkinkan penggunaan perangkat yang lebih generik dan mengurangi ketergantungan pada satu vendor. Efisiensi biaya dari Open RAN, dikombinasikan dengan FWA yang menghilangkan biaya penggalian kabel, memungkinkan Surge menawarkan paket promo awal yang sangat terjangkau, diklaim mulai dari Rp 29.000 per bulan dengan kecepatan hingga 100 Mbps tanpa kuota.

Di mana layanan Internet Rakyat akan tersedia pertama kali dan kapan target implementasinya?

Tahap awal implementasi layanan Internet Rakyat akan difokuskan di Wilayah I, yang mencakup Jawa dan Bali. Surge menargetkan pengoperasian 4.800 stasiun basis pada tahun 2026 di wilayah ini. Anda dapat melakukan pra-registrasi melalui situs resmi Internet Rakyat untuk mengetahui ketersediaan layanan di lokasi Anda.

Kesimpulan

Layanan Internet Rakyat yang dipersembahkan melalui kolaborasi antara Surge dan Orex SAI Inc. adalah langkah terobosan yang menggabungkan inovasi teknologi 5G FWA berbasis Open RAN dengan strategi harga yang disruptif. Dengan menargetkan distribusi awal di Jawa–Bali dan menjanjikan paket yang dimulai dari sekitar Rp 29.000 untuk kecepatan tinggi, layanan ini secara langsung menangani tantangan utama pemerataan akses digital di Indonesia: biaya dan jangkauan. Implementasi teknologi Open RAN dan pemanfaatan spektrum 1,4 GHz menjadi kunci efisiensi yang memungkinkan penetapan harga yang agresif, sementara kemitraan dengan Orex SAI (NTT Docomo dan NEC) menjamin kualitas dan keandalan teknologi kelas dunia.
Proyek ini bukan sekadar menambah pilihan provider, tetapi menawarkan model bisnis baru yang dapat memaksa seluruh industri telekomunikasi untuk berinovasi dan menurunkan harga, demi kepentingan konsumen. Jika Internet Rakyat berhasil mencapai target 4.800 stasiun basis pada tahun 2026 dan mempertahankan kualitas layanan, ia akan menjadi katalisator utama dalam mewujudkan inklusi digital yang sesungguhnya di Indonesia. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari revolusi ini. Lakukan pra-registrasi sekarang untuk memastikan Anda menjadi salah satu pengguna awal yang dapat menikmati akses internet 5G FWA cepat dan terjangkau.