Gaya Penulisan Alami ChatGPT: Rahasia Bikin Teks Lebih Natural, Hilangkan Em Dash Robotik

11 min read

featured gaya penulisan alami chatgpt rahasia bikin teks le

D alam beberapa tahun terakhir, kecerdasan buatan (AI) generatif, khususnya model bahasa besar seperti ChatGPT, telah merevolusi cara kita bekerja, meneliti, dan menciptakan konten. Namun, seiring dengan kemudahan yang ditawarkan, muncul pula tantangan baru, terutama terkait dengan autentisitas dan naturalitas gaya penulisan yang dihasilkan. Salah satu anomali linguistik yang paling sering disoroti oleh komunitas pengguna, mulai dari digital marketer, penulis blog, hingga akademisi, adalah kemunculan yang berlebihan dan tidak konsisten dari tanda pisah panjang, yang dikenal sebagai em dash (—). Tanda ini, meskipun memiliki fungsi yang sah dalam tata bahasa untuk menunjukkan jeda kuat atau sisipan, sering kali muncul secara membabi buta di tengah kalimat yang dihasilkan oleh AI, menciptakan tekstur bacaan yang kaku, terfragmentasi, dan jelas-jelas terasa seperti keluaran mesin. Fenomena ini bukan hanya masalah estetika; ini menjadi semacam ‘cap’ atau stigma bahwa sebuah tulisan dihasilkan oleh AI, yang secara langsung berdampak pada persepsi profesionalisme dan kualitas konten tersebut. Ketika seseorang membaca, misalnya, sebuah kalimat seperti, ‘AI adalah alat yang sangat berguna—bisa membantu menulis tugas harian—mempermudah pekerjaan sehari-hari—dan mempercepat riset,’ repetisi em dash tersebut langsung memutus alur dan mengurangi kredibilitas tulisan. Ini adalah masalah mendasar yang membatasi kemampuan pengguna untuk mencapai Gaya Penulisan Alami ChatGPT yang sebenarnya mereka inginkan. Pengguna membutuhkan kontrol penuh untuk mempersonalisasi output agar sesuai dengan standar editorial dan linguistik manusia. Kami memahami frustrasi ini dan telah menganalisis solusi yang kini ditawarkan oleh OpenAI untuk mengatasi masalah teknis yang terkesan kecil namun memiliki dampak yang sangat besar pada kualitas bahasa. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengapa bug em dash ini terjadi, bagaimana perbaikan terbaru dari OpenAI memberikan solusi tuntas melalui Custom Instructions, dan yang terpenting, bagaimana Anda dapat memanfaatkan fitur ini dan strategi lanjutan untuk mencapai Gaya Penulisan Alami ChatGPT yang benar-benar profesional, humanis, dan bebas dari ciri khas robotik yang selama ini mengganggu.

Mengapa Bug Em Dash (—) Mengganggu Gaya Penulisan Alami ChatGPT?

Masalah kemunculan em dash yang berlebihan dan tidak pada tempatnya pada output ChatGPT telah lama menjadi sumber keluhan utama di kalangan pengguna yang berfokus pada kualitas konten dan SEO. Tanda pisah panjang (—) dalam bahasa Inggris umumnya digunakan untuk menandai jeda yang kuat atau menyisipkan frasa yang memiliki penekanan ekstra. Namun, dalam konteks bahasa Indonesia dan model bahasa besar, perilaku AI dalam menghasilkan tanda baca ini sering kali melenceng dari kaidah penulisan yang baku. Model bahasa, seperti GPT, dilatih berdasarkan triliunan data teks dari internet, dan dalam data tersebut, em dash sering digunakan secara tidak konsisten atau bahkan sebagai pengganti titik dua, koma, atau tanda kurung, terutama dalam gaya penulisan yang lebih informal. Ketika AI berusaha meniru pola-pola yang ditemukannya dalam data pelatihan (data training), kecenderungan untuk mereplikasi penggunaan berlebihan ini pun muncul, bahkan ketika instruksi pengguna tidak memintanya. Akibatnya, teks yang dihasilkan memiliki frekuensi em dash yang jauh lebih tinggi daripada rata-rata tulisan profesional manusia. Bagi penulis, blogger, atau profesional konten, masalah ini menciptakan tantangan serius. Mereka yang berusaha mencapai Gaya Penulisan Alami ChatGPT merasa terhalang, karena output yang seharusnya menghemat waktu malah memerlukan pekerjaan editorial tambahan yang signifikan, hanya untuk menghilangkan tanda baca yang tidak perlu dan mengubah struktur kalimat agar terdengar lebih manusiawi. Ini secara langsung merusak upaya pengguna untuk menciptakan konten yang menunjukkan E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness), karena tulisan yang dipenuhi repetisi em dash secara implisit dituduh sebagai keluaran AI mentah, mengurangi otoritas penulis di mata pembaca. Dalam situasi ini, kontrol terhadap tanda baca menjadi esensial untuk memanifestasikan keahlian penulis yang sebenarnya melalui mesin.

OpenAI Merespons: Solusi dan Perbaikan Teknis Em Dash

Kabar baik bagi komunitas pengguna datang langsung dari OpenAI. Meskipun terkesan seperti perbaikan yang sangat spesifik, CEO OpenAI, Sam Altman, mengakui bahwa ini adalah sebuah kemenangan kecil namun menyenangkan (“small—but—happy—win”) yang menunjukkan komitmen perusahaan untuk menyempurnakan nuansa linguistik model mereka. Perbaikan ini mengatasi akar masalah dengan memberikan mekanisme kontrol yang sebelumnya tidak ada: kemampuan untuk secara eksplisit mengecualikan atau menonaktifkan penggunaan em dash dalam keluaran ChatGPT melalui fitur Custom Instructions. Sebelumnya, pengguna mungkin mencoba memasukkan instruksi negatif di prompt utama (misalnya, “Jangan gunakan em dash”), tetapi model GPT sering kali mengabaikan instruksi tersebut, karena preferensi default model cenderung kuat. Perbaikan yang dilakukan OpenAI bukan sekadar patch sementara; ini adalah peningkatan arsitektural yang memungkinkan preferensi stilistika permanen didefinisikan pada level instruksi kustom pengguna. Ini berarti, daripada harus memasukkan larangan em dash berulang kali pada setiap sesi obrolan, kini pengguna dapat menetapkannya sebagai aturan dasar yang harus dipatuhi oleh model, apa pun konteks promptnya. Pembaruan ini secara fundamental mengubah cara pengguna dapat mengarahkan Gaya Penulisan Alami ChatGPT mereka. Dengan adanya perbaikan ini, alat-alat AI generatif dapat bergerak melampaui sekadar menghasilkan teks yang benar secara tata bahasa menjadi menghasilkan teks yang sesuai dengan standar editorial dan estetika spesifik yang diharapkan oleh manusia. Ini adalah langkah krusial menuju AI yang benar-benar personal dan dapat diandalkan untuk tugas penulisan profesional.

Langkah Praktis Menghilangkan Em Dash via Custom Instructions

Salah satu fitur paling kuat namun sering diabaikan dalam ChatGPT adalah Custom Instructions (Instruksi Kustom). Fitur inilah yang menjadi kunci untuk secara permanen memecahkan masalah em dash dan mencapai Gaya Penulisan Alami ChatGPT yang konsisten. Proses pengaturannya sangat sederhana dan hanya perlu dilakukan sekali untuk diterapkan pada semua sesi chat di masa mendatang, kecuali jika Anda mengubahnya kembali. Panduan Gaya Penulisan Alami ChatGPT

Panduan Pengaturan Custom Instructions Permanen

Untuk memastikan output ChatGPT Anda bebas dari em dash yang berlebihan, ikuti langkah-langkah praktis berikut. Kami menggunakan Custom Instructions sebagai tempat yang paling tepat untuk mendefinisikan aturan stilistika yang tidak boleh dilanggar oleh model, karena instruksi ini berada di lapisan dasar interaksi model dengan pengguna.

  1. Akses Pengaturan: Di antarmuka ChatGPT, buka menu Pengaturan (Settings) yang biasanya terletak di sudut kiri bawah layar Anda.
  2. Pilih Personalisasi: Cari dan klik opsi Personalisasi (Personalization) atau Custom Instructions. Bagian ini dibagi menjadi dua kotak input: satu tentang ‘Apa yang Anda ingin ChatGPT ketahui tentang Anda?’ dan satu lagi tentang ‘Bagaimana Anda ingin ChatGPT merespons?’ Fokus kami adalah pada kotak kedua.
  3. Masukkan Instruksi Eksklusif Em Dash: Di dalam kotak ‘Bagaimana Anda ingin ChatGPT merespons?’, masukkan instruksi dengan bahasa yang jelas dan tidak ambigu. Instruksi yang paling efektif dan sederhana adalah: “Jangan gunakan em dash (—) dalam tulisan saya. Gunakan tanda baca standar seperti koma, titik, tanda kurung, atau titik koma untuk jeda dan sisipan.”
  4. Simpan Perubahan: Pastikan Anda menyimpan perubahan tersebut. Setelah disimpan, instruksi ini akan menjadi default untuk semua interaksi Anda dengan model GPT.

Dengan memasukkan larangan spesifik ini, Anda secara efektif memprogram ulang preferensi tanda baca model untuk output Anda. Hasilnya, teks yang keluar dari ChatGPT akan langsung terasa lebih bersih, terstruktur, dan yang terpenting, lebih alami, sejalan dengan kaidah penulisan profesional di Indonesia. Jika Anda juga tertarik pada bagaimana raksasa teknologi lain berusaha menyempurnakan pengalaman pengguna di platform mereka, Anda mungkin ingin membaca studi kasus mengenai perbaikan UX di platform teknologi yang juga mengakui pentingnya detail kecil dalam kepuasan pengguna.

Implikasi Besar: Mengikis Stigma “Tulisan Robotik AI”

Sebelum perbaikan ini, em dash yang tidak wajar menjadi semacam ‘sidik jari’ yang memungkinkan pembaca dan bahkan alat pendeteksi untuk mengidentifikasi teks yang dihasilkan oleh AI. Fenomena ini menciptakan stigma yang merugikan, terutama bagi para profesional konten, di mana tulisan yang ditandai dengan em dash berlebihan seringkali dianggap kurang berbobot atau tidak memiliki keahlian manusia yang mendalam (E-E-A-T). Dengan perbaikan yang memungkinkan pengguna mengontrol detail stilistika sekecil tanda baca, OpenAI telah memberikan alat yang kuat untuk mengikis stigma ini.

Dari Output AI Mentah menuju Konten Premium

Kemampuan untuk menghilangkan ciri khas robotik yang paling kentara memungkinkan penulis untuk fokus pada elemen yang benar-benar penting dalam kualitas konten: kedalaman analisis, narasi, dan demonstrasi pengalaman. Gaya Penulisan Alami ChatGPT yang kini bisa dicapai melalui Custom Instructions memungkinkan konten yang dihasilkan AI untuk mulus berintegrasi dengan standar editorial manusia. Ketika sebuah artikel tidak lagi memiliki pola tanda baca yang aneh, pembaca cenderung lebih fokus pada informasi itu sendiri. Hal ini sangat penting untuk membangun Trustworthiness, komponen paling kritikal dalam kerangka E-E-A-T Google. Konten yang tidak membuat pembaca skeptis sejak paragraf pertama memiliki peluang yang jauh lebih tinggi untuk dinilai sebagai konten yang berguna, andal, dan otoritatif. Pada akhirnya, ini adalah tentang mengembalikan kontrol naratif dan stilistika kepada penulis manusia. AI bertindak sebagai asisten yang menghasilkan draf berkualitas tinggi, sementara penulis manusia menggunakan Custom Instructions untuk melakukan penyesuaian akhir yang krusial, memastikan bahwa suara merek dan standar linguistik selalu terjaga. Langkah kecil ini adalah langkah besar dalam evolusi penulisan AI, di mana naturalitas dan personalisasi menjadi prioritas utama. Perbaikan ini memberikan penulis kesempatan untuk sepenuhnya memanfaatkan efisiensi AI tanpa mengorbankan kualitas dan kredibilitas editorial.

Perbedaan Kritis: Em Dash, En Dash, dan Hyphen dalam Bahasa Indonesia

Untuk mencapai Gaya Penulisan Alami ChatGPT yang sempurna, penting bagi penulis untuk memahami secara mendalam perbedaan antara tiga jenis tanda hubung/pisah, terutama dalam konteks tata bahasa Indonesia, karena model AI sering mencampurkan penggunaannya. Kesalahan penempatan tanda baca ini, bahkan jika hanya satu karakter, dapat mengubah kesan profesionalitas tulisan Anda secara drastis.

Hyphen (Tanda Hubung Pendek: -)

Tanda hubung pendek (Hyphen) digunakan untuk menggabungkan kata atau bagian kata. Fungsinya sangat spesifik, seperti:

  • Menghubungkan unsur kata ulang: Anak-anak, mondar-mandir.
  • Menyambung suku kata yang terpotong oleh pergantian baris: Saya telah me-
    genal dia sejak lama.
  • Merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing: Di-backup, di-charge.

Hyphen tidak pernah digunakan untuk menunjukkan jeda atau sisipan, berbeda dengan dash.

En Dash (Tanda Pisah Sedang: –)

En Dash (dengan lebar sekitar huruf N) adalah tanda pisah yang lebih panjang dari hyphen, tetapi lebih pendek dari em dash. Dalam konteks penulisan profesional Indonesia, en dash memiliki peran yang jelas, terutama untuk:

  • Menunjukkan rentang nilai, waktu, atau jarak: Pukul 09.00–17.00, Jakarta–Bandung, Tahun 2020–2024.
  • Menunjukkan hubungan ‘sampai dengan’ atau ‘ke’.

Penggunaan en dash lebih formal dan spesifik dibandingkan em dash.

Em Dash (Tanda Pisah Panjang: —)

Em Dash (dengan lebar sekitar huruf M) adalah tanda pisah terpanjang dan merupakan fokus masalah dalam output ChatGPT. Fungsi utamanya adalah:

  • Menunjukkan jeda yang sangat kuat, seringkali menggantikan tanda kurung atau titik dua untuk penekanan.
  • Menyisipkan keterangan yang mengganggu alur kalimat, tetapi dengan penekanan emosional atau retorika.

Masalahnya terletak pada Gaya Penulisan Alami ChatGPT yang sering menggunakan em dash untuk jeda minor, padahal koma atau titik koma sudah cukup. Dengan menonaktifkan em dash, Anda memaksa AI untuk beralih menggunakan tanda baca yang lebih konvensional dan seringkali lebih sesuai dengan standar PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) untuk teks profesional.

Menguasai Custom Instructions: Kunci Personalisasi Output ChatGPT

Fitur Custom Instructions tidak hanya berguna untuk menghilangkan em dash; ia adalah kunci untuk mencapai personalisasi total atas output AI Anda. Menguasai fitur ini adalah esensial bagi siapa pun yang bergantung pada ChatGPT untuk pekerjaan penulisan yang konsisten dan berkualitas tinggi. Kita perlu melihat Custom Instructions sebagai panduan stilistika permanen untuk AI, memastikan bahwa setiap interaksi dimulai dengan pemahaman yang mendalam tentang persona dan kebutuhan editorial Anda.

Strategi Lanjutan untuk Instruksi Kustom

Untuk memaksimalkan Gaya Penulisan Alami ChatGPT, pertimbangkan untuk memasukkan instruksi berikut di bagian ‘Bagaimana Anda ingin ChatGPT merespons?’:

  1. Definisi Persona & Tone: Tentukan nada suara (tone) secara spesifik. Contoh: “Gunakan nada profesional, informatif, dan sedikit analitis. Hindari bahasa yang terlalu kasual atau jargon yang tidak perlu.”
  2. Aturan Tanda Baca Lengkap: Tidak hanya melarang em dash, tetapi tetapkan preferensi lain. Contoh: “Selalu gunakan tanda kutip ganda (”) untuk kutipan langsung. Gunakan penomoran (seperti 1., 2., 3.) untuk daftar langkah, dan bullet points (seperti •) untuk daftar fitur atau tips.”
  3. Target Pembaca dan Jargon: Tentukan siapa target pembaca Anda. Contoh: “Target pembaca saya adalah profesional di bidang teknologi dan digital marketer. Gunakan istilah teknis hanya jika dijelaskan konteksnya dan hindari jargon yang tidak familiar bagi pengguna umum.”
  4. Format Output Prioritas: Tentukan struktur yang Anda harapkan. Contoh: “Semua artikel harus memiliki setidaknya 8 paragraf dengan transisi yang mulus. Selalu sertakan ringkasan singkat di akhir bagian H2.”
  5. Penggunaan Kata Ganti: Standarisasi kata ganti. Contoh: “Gunakan kata ganti ‘Anda’ untuk menyapa pembaca. Hindari kata ganti ‘kami’ kecuali jika konteksnya adalah mewakili institusi resmi.”

Dengan menyusun instruksi yang komprehensif, Anda bukan hanya menghilangkan em dash, tetapi juga memastikan setiap output ChatGPT memenuhi standar editorial Anda, menjadikannya alat yang sangat efektif untuk mempertahankan kualitas tinggi yang dibutuhkan dalam publikasi konten yang kredibel. Penguasaan Custom Instructions adalah langkah proaktif dalam mengatasi potensi masalah kualitas output AI lainnya, seperti yang juga disoroti dalam konteks pengembangan perangkat lunak dan integrasi Copilot di Microsoft Edge, di mana personalisasi dan kendali pengguna menjadi faktor kunci.

Menerapkan Prinsip E-E-A-T pada Konten yang Dihasilkan AI

Di era AI, demonstrasi E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness) menjadi lebih krusial. Ini menuntut transparansi dan bukti bahwa konten, meskipun dibantu oleh AI, tetap memiliki fondasi pengalaman dan keahlian manusia yang nyata. Menghilangkan em dash robotik adalah langkah awal untuk memperbaiki tampilan, namun konten itu sendiri harus diperkaya dengan insight yang hanya bisa dimiliki oleh seorang ahli.

Menyuntikkan Pengalaman Manusia ke dalam Teks AI

Untuk mencapai E-E-A-T yang tinggi, Anda harus memperlakukan output ChatGPT sebagai draf mentah yang perlu diinfus dengan pengalaman konkret. Berikut adalah cara untuk memastikan Gaya Penulisan Alami ChatGPT Anda tetap otoritatif:

  • Sertakan Angka Spesifik dan Timeframe: Ganti frasa umum AI (misalnya, “setelah beberapa waktu”) dengan detail spesifik. Contoh: “Setelah menguji instruksi kustom ini selama 3 minggu pada lebih dari 50 sesi chat, saya melihat penurunan penggunaan em dash hingga 99%.”
  • Analisis Kontekstual: Jangan hanya menjelaskan apa, tetapi mengapa sesuatu terjadi. Ketika AI menjelaskan suatu konsep, tambahkan analisis Anda tentang implikasi praktisnya di pasar Indonesia atau dalam situasi profesional Anda.
  • Pengakuan Keterbatasan: Tunjukkan keterbatasan AI atau metode yang Anda gunakan. Seorang ahli tidak mengklaim kesempurnaan. Dengan mengakui bahwa default AI masih bisa menjadi masalah jika Custom Instructions diabaikan, Anda menunjukkan transparansi dan meningkatkan Trustworthiness.
  • Perbandingan dan Studi Kasus: Gunakan output AI untuk membuat perbandingan sebelum dan sesudah Custom Instructions diterapkan. Ini adalah bukti visual dan tekstual dari keahlian Anda dalam memanipulasi alat AI untuk hasil yang superior.

Dengan memadukan efisiensi dari Gaya Penulisan Alami ChatGPT yang terkustomisasi dengan lapisan pengalaman manusia ini, konten Anda akan jauh lebih berharga di mata pembaca dan search engine, karena konten tersebut secara autentik memecahkan masalah mereka dan dibangun di atas kredibilitas yang tidak dapat ditiru oleh mesin semata.

Studi Kasus: Mengoptimalkan Tanda Baca untuk Readability

Masalah em dash bukan hanya tentang estetika; ia berdampak langsung pada keterbacaan (readability), yang merupakan faktor penting dalam Page Experience Google. Teks yang sulit dibaca atau yang memaksa pembaca untuk berhenti karena jeda yang aneh akan memiliki metrik keterlibatan (engagement metrics) yang buruk, seperti tingkat pentalan (bounce rate) yang tinggi. Dengan memperbaiki isu tanda baca melalui Custom Instructions, kita secara langsung meningkatkan aspek UX (User Experience) dari konten tersebut. Sebagai perbandingan, dalam dunia pengembangan aplikasi, masalah kinerja seperti yang dialami pada WhatsApp PWA di Windows juga menunjukkan bahwa detail teknis kecil dapat memiliki dampak besar pada kepuasan pengguna secara keseluruhan. Tanda baca adalah UX linguistik.

Tips Tanda Baca Lanjutan untuk Teks AI

Setelah Anda berhasil menghilangkan em dash, pastikan Gaya Penulisan Alami ChatGPT Anda benar-benar profesional dengan panduan tanda baca lanjutan ini:

  • Penggunaan Titik Koma (;): Instruksikan AI untuk menggunakan titik koma untuk memisahkan klausa independen yang terkait erat, terutama dalam daftar yang kompleks. Ini menambahkan variasi dan kedalaman struktural yang sering hilang dalam output AI standar.
  • Kontrol Jeda Koma: Periksa apakah AI menggunakan koma secara berlebihan atau terlalu sedikit. Anda dapat menambahkan instruksi: “Gunakan koma sesuai standar PUEBI, hindari jeda koma yang tidak perlu kecuali dalam daftar seri atau klausa yang panjang.”
  • Tanda Kurung vs. Koma Sisipan: Ajarkan AI kapan harus menggunakan tanda kurung (()) untuk informasi yang kurang penting, dan koma untuk sisipan yang lebih terintegrasi dalam kalimat. Misalnya, “Gunakan tanda kurung untuk referensi sumber atau singkatan.”

Memprogram nuansa tanda baca ini ke dalam Custom Instructions adalah praktik penulisan AI tingkat lanjut yang memisahkan konten yang dihasilkan oleh pengguna biasa dengan konten yang dibuat oleh profesional yang mengutamakan kualitas editorial.

Masa Depan Penulisan Berbasis AI: Menuju Linguistik yang Lebih Humanis

Perbaikan bug em dash di ChatGPT adalah indikasi jelas bahwa masa depan AI generatif terletak pada fine-tuning linguistik yang sangat detail. Pengembang AI menyadari bahwa keberhasilan model bukan hanya bergantung pada kemampuan menghasilkan informasi yang akurat, tetapi juga pada kemampuan meniru kehalusan dan naturalitas bahasa manusia. Kita bergerak menuju era di mana AI dapat secara cerdas menyesuaikan gaya, tone, dan bahkan pilihan tanda baca untuk mencerminkan gaya penulisan spesifik seorang individu atau merek.

Harapan dan Pengembangan Selanjutnya

Dalam waktu dekat, kita dapat mengharapkan adanya fitur yang lebih granular dalam pengendalian stilistika, mungkin termasuk preset gaya penulisan yang dapat dipilih pengguna (misalnya, ‘Gaya Jurnalistik’, ‘Gaya Akademik’, ‘Gaya Konten Marketing’). Hal ini akan menghilangkan kebutuhan untuk menulis Custom Instructions yang panjang. Selain itu, ada harapan besar agar model AI dapat membedakan dengan lebih baik antara em dash, en dash, dan hyphen berdasarkan konteks linguistik yang benar, bukan hanya berdasarkan pola statistik dalam data training. Ini membutuhkan peningkatan pemahaman AI terhadap semantik dan aturan sintaksis spesifik bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Bagi para penulis, fokus harus tetap pada kontrol dan kurasi. Sebagus apa pun AI memperbaiki output-nya, sentuhan akhir yang menunjukkan pengalaman dan keahlian sejati tetap harus datang dari editor atau penulis manusia. Memanfaatkan fitur seperti Custom Instructions untuk mencapai Gaya Penulisan Alami ChatGPT adalah bentuk kolaborasi manusia-AI yang paling produktif, memastikan bahwa teknologi melayani kreativitas, bukan malah mendiktenya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa itu bug em dash, dan mengapa ia menjadi masalah besar pada output ChatGPT?

Em dash (—) adalah tanda pisah panjang yang digunakan untuk menunjukkan jeda kuat atau sisipan dalam kalimat. Dalam konteks ChatGPT, tanda ini sering muncul berlebihan dan tidak sesuai kaidah penulisan yang alami, karena model AI mereplikasi pola penggunaan tidak konsisten yang ditemukan dalam data training internet, membuat teks terasa kaku dan robotik. Ini merusak Gaya Penulisan Alami ChatGPT yang diharapkan pengguna.

Bagaimana cara efektif menghilangkan em dash pada output untuk mencapai Gaya Penulisan Alami ChatGPT?

Anda dapat secara permanen menghilangkan em dash dengan menggunakan fitur Custom Instructions di Pengaturan ChatGPT. Caranya: Masuk ke Settings > Personalization > Custom Instructions. Di bagian ‘Bagaimana Anda ingin ChatGPT merespons?’, masukkan instruksi eksplisit seperti: ‘Jangan gunakan em dash (—) dalam tulisan saya. Gunakan koma, titik, atau tanda kurung untuk jeda dan sisipan.’ Instruksi ini akan diterapkan pada semua sesi chat Anda.

Seberapa penting Custom Instructions untuk kualitas output AI secara keseluruhan selain untuk perbaikan em dash?

Custom Instructions sangat penting karena ia berfungsi sebagai panduan gaya editorial permanen untuk AI. Selain mengatasi masalah em dash, Custom Instructions memungkinkan Anda menentukan nada suara (tone), tingkat formalitas, penggunaan kata ganti (misalnya, selalu gunakan ‘Anda’), dan struktur format output (misalnya, selalu gunakan bullet points untuk daftar). Penguasaan fitur ini adalah kunci untuk mempersonalisasi output dan memastikan konten AI selaras dengan E-E-A-T dan standar profesional Anda.

Kesimpulan

Perbaikan bug em dash oleh OpenAI, meskipun terkesan sepele, menandai tonggak penting dalam evolusi Gaya Penulisan Alami ChatGPT. Masalah tanda baca yang konsisten ini telah lama menjadi penghalang utama bagi para profesional konten yang ingin menggunakan AI tanpa kehilangan kredibilitas atau dicap ‘tulisan robotik’. Kini, melalui Custom Instructions, pengguna diberikan kembali kontrol editorial penuh untuk menonaktifkan em dash dan mempersonalisasi output AI mereka agar sepenuhnya sejalan dengan standar linguistik manusia dan kaidah PUEBI. Langkah ini jauh melampaui sekadar estetika; ini adalah tentang membangun Trustworthiness dan memungkinkan demonstrasi E-E-A-T yang lebih efektif. Dengan menguasai Custom Instructions dan menyuntikkan pengalaman spesifik Anda ke dalam draf AI, Anda dapat memastikan bahwa konten yang dihasilkan tidak hanya efisien tetapi juga otoritatif, alami, dan bebas dari ciri khas mesin. Jangan biarkan detail kecil menghalangi kualitas profesional Anda. Segera terapkan Custom Instructions yang telah kami jelaskan untuk mengoptimalkan Gaya Penulisan Alami ChatGPT Anda dan meningkatkan kualitas editorial konten Anda secara signifikan.