WhatsApp PWA di Windows: Mengungkap Dampak Boros RAM dan Solusi Efektif

11 min read

featured whatsapp pwa di windows mengungkap dampak boros ra

T ransisi WhatsApp di Windows dari Universal Windows Platform (UWP) ke Progressive Web App (PWA) telah menjadi topik hangat di kalangan pengguna dan penggiat teknologi. Meskipun teknologi PWA menawarkan berbagai keuntungan seperti kompatibilitas lintas platform dan kemudahan deployment bagi para pengembang, implementasinya untuk WhatsApp di Windows justru memicu diskusi signifikan, terutama terkait performa. Sejak tanggal 5 November 2025, WhatsApp secara resmi beralih dari aplikasi berbasis UWP ke PWA di Microsoft Store, sebuah perubahan yang sebelumnya dirumorkan dan akhirnya terealisasi. Banyak pengguna melaporkan peningkatan penggunaan RAM yang drastis dan performa aplikasi yang terasa lebih lambat. Ini menciptakan pengalaman pengguna yang jauh berbeda dari versi UWP yang dikenal ringan dan terintegrasi baik dengan sistem operasi Windows.
Sebagai seorang pengamat teknologi yang telah mengikuti perkembangan aplikasi desktop dan performa sistem operasi Windows selama bertahun-tahun, saya memahami betul kekhawatiran yang muncul. Transisi ini bukan sekadar perubahan label, melainkan pergeseran fundamental dalam arsitektur aplikasi. WhatsApp versi PWA kini pada dasarnya adalah “bungkusan” dari WhatsApp Web yang dijalankan di atas mesin browser Chromium (WebView2), bukan lagi aplikasi native yang memanfaatkan API Windows secara langsung. Ini memiliki implikasi besar terhadap cara aplikasi berinteraksi dengan sumber daya sistem, khususnya RAM dan CPU.
Dalam artikel ini, kita akan menyelami lebih jauh mengapa transisi ke WhatsApp PWA di Windows menyebabkan masalah performa. Kita akan menganalisis perbedaan mendasar antara UWP dan PWA, dampak spesifik terhadap penggunaan RAM dan responsivitas, serta masalah lain seperti notifikasi yang terlambat. Yang terpenting, saya akan menyajikan beberapa solusi praktis dan tips optimasi yang bisa Anda terapkan untuk meminimalkan dampak negatif ini, memastikan pengalaman WhatsApp Anda di Windows tetap optimal dan nyaman. Dengan pemahaman mendalam ini, Anda tidak hanya akan mengetahui apa yang terjadi, tetapi juga bagaimana cara mengatasinya dan menjaga efisiensi sistem Anda.

WhatsApp PWA di Windows: Evolusi dan Pergeseran Paradigma Aplikasi Desktop

Pergeseran WhatsApp di Windows dari arsitektur Universal Windows Platform (UWP) ke Progressive Web App (PWA) menandai sebuah babak baru dalam pengembangan aplikasi desktop, khususnya untuk platform Windows. Langkah ini, yang mulai berlaku efektif sekitar tanggal 5 November 2025, merupakan bagian dari strategi Meta untuk menyelaraskan basis kode aplikasi mereka di berbagai platform. Tujuan utamanya adalah untuk mempermudah proses pemeliharaan, mempercepat peluncuran fitur baru, dan memastikan konsistensi pengalaman pengguna, tanpa perlu mengelola codebase native yang terpisah untuk setiap sistem operasi. Sebelumnya, kabar mengenai perubahan ini telah beredar luas, mengindikasikan Meta akan beralih ke pendekatan berbasis Chromium Web App.

Sebelum transisi penuh ke Chromium Web App diterapkan, pada tanggal 4 November 2025, dilaporkan terjadi gangguan massal secara global pada layanan WhatsApp Web. Meskipun tidak ada penjelasan resmi secara spesifik yang mengaitkan gangguan tersebut dengan proses transisi, momen kejadiannya menunjukkan adanya aktivitas signifikan di balik layar yang berkaitan dengan infrastruktur web WhatsApp. Pengalaman ini menggarisbawahi kompleksitas di balik migrasi arsitektur berskala besar dan potensi dampak langsungnya terhadap ketersediaan layanan.

Versi UWP WhatsApp yang lama dibangun secara khusus untuk lingkungan Windows, memanfaatkan Application Programming Interface (API) native guna mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan integrasi sistem. Ini memungkinkan aplikasi beroperasi dengan efisien, responsif, dan terintegrasi sempurna dengan fitur-fitur Windows seperti notifikasi dan mode Do Not Disturb. Namun, pendekatan ini memiliki keterbatasan dari segi fleksibilitas pengembangan lintas platform, yang mungkin menjadi pendorong utama bagi Meta untuk beralih ke PWA. Pergeseran paradigma ini bukan hanya sekadar pembaruan aplikasi biasa, melainkan sebuah perubahan mendasar yang merekonfigurasi bagaimana WhatsApp berinteraksi dengan sistem operasi Windows. Memahami evolusi ini adalah kunci untuk menguraikan mengapa performa aplikasi kini terasa berbeda dan bagaimana perubahan ini sejalan dengan tren umum di dunia pengembangan perangkat lunak.

Dalam konteks yang lebih luas, kebijakan dan pembaruan pada sistem operasi Windows sendiri juga kerap memengaruhi bagaimana aplikasi pihak ketiga berinteraksi dengannya. Misalnya, perubahan pada sistem aktivasi atau integrasi fitur-fitur inti Windows dapat berdampak pada aplikasi yang bergantung pada fondasi tersebut. Fenomena ini bisa diamati dalam berbagai pembaruan sistem yang memengaruhi bagaimana aplikasi berjalan atau berintegrasi. Pembaca yang tertarik dengan isu-isu seputar kebijakan dan fitur Windows mungkin juga akan menemukan relevansi pada artikel kami yang membahas Kabar Penting: Microsoft Resmi Hapus Aktivasi Ilegal KMS38 di Windows 10/11, yang menjelaskan perubahan signifikan dalam manajemen lisensi dan aktivasi sistem operasi.

Mengenal Lebih Dekat: Apa Itu Progressive Web App (PWA)?

Progressive Web App (PWA) adalah teknologi yang memungkinkan sebuah situs web berfungsi layaknya aplikasi native pada perangkat, baik desktop maupun mobile. Konsep PWA menggabungkan keuntungan dari pengembangan web yang fleksibel dengan pengalaman pengguna yang imersif dari aplikasi native. PWA dapat diinstal di desktop atau layar beranda perangkat mobile, dapat bekerja secara offline, dan mendukung fitur-fitur seperti notifikasi push. Bagi pengembang, PWA menjadi solusi menarik karena memungkinkan pembangunan satu basis kode untuk berbagai platform, mengurangi biaya dan waktu pengembangan.

Karakteristik utama PWA meliputi kemampuan offline (berkat penggunaan Service Workers yang menyimpan data dan aset), instalasi ke home screen atau menu Aplikasi (sehingga tidak perlu membuka browser terlebih dahulu), kemampuan untuk menerima notifikasi push yang relevan, serta keamanan melalui protokol HTTPS. Selain itu, PWA bersifat responsive, artinya tampilannya akan menyesuaikan dengan ukuran layar perangkat yang digunakan, mulai dari desktop hingga smartphone. Ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi pengembang untuk menjangkau audiens yang lebih luas dengan upaya yang lebih efisien.

Namun, dibalik berbagai kelebihannya, PWA juga memiliki tantangan, terutama ketika diaplikasikan sebagai pengganti aplikasi native yang sudah ada, seperti kasus WhatsApp di Windows. Ketergantungan pada browser engine (dalam kasus WhatsApp PWA di Windows, yaitu WebView2 yang berbasis Chromium) menjadi salah satu titik krusial. Setiap kali aplikasi PWA dijalankan, ia perlu memuat mesin browser penuh, termasuk mesin rendering, JavaScript, dan sandbox. Hal ini berbeda dengan aplikasi UWP yang dapat memanfaatkan komponen sistem secara langsung tanpa perlu memuat engine browser tambahan, sehingga optimasi sumber daya menjadi lebih baik.

Meskipun demikian, Meta dan banyak perusahaan teknologi lainnya melihat PWA sebagai jembatan penting antara ekosistem web dan aplikasi. Dengan PWA, mereka dapat memberikan pengalaman yang konsisten dan pembaruan yang lebih cepat kepada pengguna. Tantangannya adalah bagaimana mengoptimalkan PWA agar dapat bersaing dalam hal performa dan integrasi dengan sistem operasi, terutama di lingkungan desktop yang menuntut efisiensi tinggi. Pengguna berharap bahwa seiring waktu, teknologi PWA akan terus berkembang untuk mengatasi keterbatasan performa yang saat ini dirasakan, sehingga PWA dapat benar-benar menjadi solusi terbaik tanpa mengorbankan pengalaman pengguna.

Analisis Performa: Mengapa WhatsApp PWA di Windows Lebih Boros RAM?

Salah satu keluhan paling umum yang muncul setelah transisi WhatsApp ke PWA di Windows adalah peningkatan drastis dalam penggunaan RAM. Fenomena “boros RAM” ini menjadi perhatian serius bagi banyak pengguna, terutama mereka yang menggunakan perangkat dengan spesifikasi RAM di bawah 16 GB. Untuk memahami mengapa hal ini terjadi, kita perlu melihat arsitektur dasar dari WhatsApp PWA dan bagaimana ia berinteraksi dengan sistem operasi Windows.

Aplikasi WhatsApp PWA di Windows menampilkan notifikasi dan kinerja

Versi WhatsApp PWA di Windows, yang kini tersedia melalui Microsoft Store dengan rilis versi 2.2584.3.0, pada dasarnya adalah “bungkusan” dari web.whatsapp.com yang berjalan di dalam sebuah kontainer berbasis Chromium, lebih spesifiknya menggunakan teknologi WebView2. Artinya, setiap kali aplikasi WhatsApp PWA ini dijalankan, ia akan memuat sebuah mesin browser penuh. Mesin browser ini mencakup semua komponen yang diperlukan untuk merender halaman web, menjalankan skrip JavaScript, serta mengelola lingkungan sandbox untuk keamanan. Semua proses ini memerlukan alokasi memori yang signifikan.

Sebagai perbandingan, aplikasi WhatsApp UWP yang lama dibangun secara native untuk Windows. Aplikasi UWP dirancang untuk berinteraksi langsung dengan API sistem, sehingga dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya secara lebih efisien. Ia tidak perlu memuat mesin browser lengkap yang berat, melainkan langsung memanfaatkan komponen sistem yang ada. Inilah mengapa aplikasi UWP terasa lebih ringan dan responsif, karena ia dibangun khusus untuk lingkungan Windows.

Studi kasus menunjukkan bahwa penggunaan RAM oleh WhatsApp PWA dapat sangat mencengangkan. Dalam kondisi idle, setelah terbuka lebih dari 5 jam tanpa interaksi aktif, aplikasi ini bisa memakan RAM lebih dari 800 MB. Bahkan, dalam kondisi idle murni tanpa aktivitas pengguna, penggunaan RAM dapat mencapai lebih dari 200 MB. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan aplikasi native atau versi web yang dijalankan di browser yang sudah dibuka sebelumnya. Apabila pengguna aktif berinteraksi di dalam aplikasi, penggunaan RAM dapat melonjak hingga 3 GB atau bahkan lebih. Ini adalah beban yang sangat besar dan jelas tidak ramah bagi sistem dengan spesifikasi RAM terbatas, berpotensi menyebabkan keseluruhan sistem terasa lambat dan kurang responsif.

Konsumsi RAM yang tinggi ini bukan hanya masalah angka, tetapi juga berdampak langsung pada pengalaman komputasi sehari-hari. Aplikasi lain yang berjalan secara bersamaan mungkin akan mengalami perlambatan, dan kinerja sistem secara keseluruhan dapat menurun drastis. Bagi banyak pengguna Windows, terutama yang mengandalkan multitasking, situasi ini menjadi sangat frustrasi karena mengurangi produktivitas dan kenyamanan. Oleh karena itu, memahami akar masalah ini menjadi langkah pertama untuk mencari solusi yang tepat.

Dampak Negatif Terhadap Pengalaman Pengguna: Lemot dan Notifikasi Terlambat

Selain masalah penggunaan RAM yang boros, WhatsApp PWA di Windows juga membawa serangkaian dampak negatif lain yang secara signifikan memengaruhi pengalaman pengguna. Keluhan utama lainnya adalah performa aplikasi yang terasa lebih lambat dan kurang responsif dibandingkan versi UWP sebelumnya. Ketika berinteraksi dengan aplikasi, pengguna mungkin akan merasakan jeda yang lebih panjang saat memuat percakapan, beralih antar-chat, atau bahkan saat mengetik pesan. Keterlambatan ini, meskipun hanya dalam hitungan milidetik, dapat menumpuk dan menciptakan rasa frustrasi, terutama dalam komunikasi yang serba cepat.

Masalah lain yang sering dilaporkan adalah notifikasi Windows yang sering terlambat. Notifikasi adalah fitur krusial untuk aplikasi perpesanan, dan keterlambatan ini berarti pengguna bisa melewatkan pesan penting atau merespons lebih lambat. Dalam konteks aplikasi native UWP, notifikasi terintegrasi secara mendalam dengan sistem notifikasi Windows, sehingga dapat muncul secara instan dan andal. Namun, pada WhatsApp PWA, karena ia berjalan dalam kontainer browser, integrasi notifikasi tidak seoptimal aplikasi native, yang berujung pada inkonsistensi dan keterlambatan.

Lebih lanjut, fitur-fitur penting seperti Do Not Disturb (DND) dan Active Hours di Windows 11 sering kali tidak sinkron dengan WhatsApp PWA. Ini berarti notifikasi WhatsApp bisa saja muncul meskipun pengguna telah mengaktifkan mode DND, atau sebaliknya, notifikasi tidak muncul saat seharusnya. Ketidaksesuaian ini mengganggu manajemen waktu dan fokus pengguna, yang mengandalkan fitur-fitur tersebut untuk mengontrol interupsi selama jam kerja atau saat membutuhkan ketenangan. Pengalaman yang kurang optimal ini jelas merupakan penurunan kualitas dibandingkan dengan versi UWP WhatsApp yang lama.

Penurunan performa dan masalah sinkronisasi ini dapat dijelaskan oleh fakta bahwa WhatsApp PWA “hanya merupakan versi bungkus dari web.whatsapp.com di dalam container berbasis Chromium.” Ini berarti aplikasi tidak lagi memanfaatkan API native Windows yang menyediakan akses langsung dan teroptimasi ke fungsi-fungsi sistem. Sebaliknya, setiap interaksi dan notifikasi harus melewati lapisan perantara browser engine, yang menambahkan latensi dan kompleksitas. Meskipun ini memberikan kemudahan bagi pengembang, bagi pengguna akhir, dampaknya adalah pengalaman yang lebih buruk. Pada akhirnya, masalah-masalah ini tidak hanya memengaruhi kecepatan dan responsivitas, tetapi juga memengaruhi efisiensi kerja dan kemampuan pengguna untuk mengelola komunikasi mereka secara efektif di lingkungan Windows.

Pergeseran teknologi yang berdampak pada performa dan pengalaman pengguna ini bukanlah hal baru dalam ekosistem Windows. Seiring dengan evolusi sistem operasi, seringkali muncul tantangan baru dalam integrasi aplikasi. Sebagai contoh, Anda mungkin menemukan pembahasan serupa tentang bagaimana fitur-fitur baru di Windows dapat memengaruhi performa atau kompatibilitas aplikasi tertentu. Untuk lebih memahami bagaimana perubahan signifikan dalam sistem operasi dapat memicu kontroversi atau memengaruhi pengalaman pengguna secara mendalam, ada baiknya membaca artikel kami mengenai Windows 11 Agentic OS: Revolusi AI yang Tuai Kontroversi Besar!, yang juga menyoroti aspek-aspek kritis dari pembaruan sistem operasi.

Mencari Solusi: Opsi Penggunaan WhatsApp yang Lebih Efisien di Windows

Dengan adanya keluhan mengenai borosnya RAM dan performa yang melambat pada WhatsApp PWA di Windows, banyak pengguna tentu mencari solusi alternatif agar pengalaman berkomunikasi tidak terganggu. Beruntungnya, ada beberapa opsi yang bisa dipertimbangkan untuk mendapatkan kembali efisiensi dan kenyamanan dalam menggunakan WhatsApp di desktop Anda.

Menggunakan WhatsApp Web di Browser Favorit Anda

Salah satu solusi paling sederhana dan mungkin paling efektif adalah kembali menggunakan WhatsApp Web langsung melalui browser seperti Firefox, Edge, atau Chrome. Mengapa ini bisa menjadi solusi? WhatsApp PWA, seperti yang telah dijelaskan, memuat engine browser Chromium sendiri di dalam sebuah kontainer terpisah. Ini berarti ia menjalankan instance browser khusus hanya untuk WhatsApp, yang memakan banyak sumber daya. Namun, ketika Anda menggunakan WhatsApp Web di browser yang sudah Anda gunakan untuk menjelajah internet, engine browser tersebut sudah aktif dan digunakan untuk tab lain. Dengan demikian, WhatsApp Web akan berbagi sumber daya dengan proses browser yang sudah berjalan, sehingga secara teori dapat terasa lebih ringan dibandingkan WhatsApp PWA yang memiliki overhead sendiri. Ini mengurangi kebutuhan untuk menjalankan instance browser tambahan hanya untuk satu aplikasi pesan, yang bisa sangat membantu sistem dengan RAM terbatas.

Memanfaatkan Fitur Phone Link (untuk Pengguna Windows dan Samsung)

Bagi Anda yang menggunakan perangkat Windows dan memiliki smartphone Samsung, fitur Phone Link (sebelumnya dikenal sebagai Your Phone) dapat menjadi alternatif yang sangat powerful dan efisien. Phone Link memungkinkan Anda untuk mengakses aplikasi WhatsApp di smartphone Anda secara langsung dari komputer Windows. Ini bukan sekadar mirroring layar, melainkan integrasi yang memungkinkan Anda untuk mengirim dan menerima pesan, melihat notifikasi, dan bahkan melakukan panggilan, semua dari desktop Anda, tanpa perlu menginstal aplikasi WhatsApp terpisah di Windows. Karena Phone Link hanya bertindak sebagai jembatan ke ponsel Anda, beban sumber daya di komputer Anda akan jauh lebih minimal dibandingkan menjalankan WhatsApp PWA. Ini adalah solusi yang sangat baik bagi mereka yang mengutamakan efisiensi dan sudah berada dalam ekosistem Windows-Samsung.

Opsi Lain dan Tips Tambahan

Selain kedua solusi utama di atas, ada beberapa tips tambahan yang bisa Anda pertimbangkan. Pertama, pastikan browser yang Anda gunakan untuk WhatsApp Web selalu dalam kondisi terbaru, karena pembaruan seringkali membawa optimasi performa dan keamanan. Kedua, batasi jumlah tab browser yang terbuka jika Anda merasakan perlambatan signifikan. Ketiga, jika Anda tidak membutuhkan sinkronisasi notifikasi dan fitur Windows secara mendalam, opsi WhatsApp Web di browser adalah yang paling praktis. Keempat, untuk pengguna yang membutuhkan integrasi penuh dengan desktop tanpa masalah performa, mungkin perlu mempertimbangkan perangkat keras dengan RAM yang lebih besar (minimal 16GB) untuk menunjang performa aplikasi modern berbasis web.

Optimasi Sistem: Mengurangi Beban WhatsApp PWA pada Komputer Anda

Meskipun solusi alternatif penggunaan WhatsApp telah dibahas, tidak semua pengguna ingin beralih dari aplikasi WhatsApp PWA di Windows. Bagi mereka yang memilih untuk tetap menggunakan WhatsApp PWA, ada beberapa langkah optimasi sistem yang dapat diambil untuk mengurangi beban sumber daya dan meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan. Optimasi ini berfokus pada manajemen memori dan proses di sistem operasi Windows.

Manajemen Aplikasi Latar Belakang dan Startup

Salah satu penyebab utama penggunaan RAM yang tinggi adalah banyaknya aplikasi yang berjalan di latar belakang atau secara otomatis saat startup Windows. Anda dapat mengelola ini melalui Pengaturan Windows: pergi ke Pengaturan > Aplikasi > Aplikasi & fitur, lalu cari aplikasi yang tidak Anda gunakan secara aktif dan pertimbangkan untuk menghapus atau membatasinya. Lebih krusial lagi, cek bagian Pengaturan > Aplikasi > Startup. Nonaktifkan semua aplikasi yang tidak esensial untuk dijalankan secara otomatis saat Windows booting. Semakin sedikit aplikasi yang berjalan saat startup, semakin banyak RAM yang tersedia untuk WhatsApp PWA dan aplikasi penting lainnya.

Memantau Penggunaan Sumber Daya dengan Task Manager

Task Manager adalah alat yang sangat berguna untuk memantau dan mengelola sumber daya sistem Anda. Tekan Ctrl + Shift + Esc untuk membukanya. Di tab Proses, Anda bisa melihat berapa banyak RAM, CPU, dan disk yang digunakan oleh setiap aplikasi dan proses, termasuk WhatsApp PWA. Jika Anda melihat WhatsApp PWA memakan terlalu banyak sumber daya saat tidak digunakan secara aktif, Anda bisa mengakhirinya sementara dan membukanya kembali saat dibutuhkan. Ini bukan solusi permanen, tetapi dapat membantu membebaskan RAM secara instan saat sistem Anda mulai terasa lambat. Perhatikan juga proses browser lain yang mungkin berjalan di latar belakang yang dapat memengaruhi kinerja secara keseluruhan.

Memastikan Pembaruan Sistem dan Driver Terbaru

Microsoft secara rutin merilis pembaruan untuk Windows yang mencakup perbaikan bug, peningkatan performa, dan optimasi manajemen sumber daya. Pastikan sistem operasi Windows Anda selalu dalam versi terbaru. Selain itu, pastikan driver perangkat keras Anda (terutama driver grafis dan chipset) juga diperbarui ke versi terbaru. Driver yang usang dapat menyebabkan inefisiensi dan masalah performa yang tidak perlu. Kunjungi situs web produsen perangkat keras Anda atau gunakan alat pembaruan driver yang disediakan untuk memastikan semua driver selalu up-to-date.

Mempertimbangkan Upgrade Hardware

Untuk kasus penggunaan RAM yang sangat tinggi oleh WhatsApp PWA (mencapai 3GB lebih saat aktif, seperti yang disebutkan sebelumnya), solusi jangka panjang yang paling efektif mungkin adalah peningkatan hardware. Jika Anda menggunakan sistem dengan RAM 8GB atau kurang, menambahkan RAM menjadi 16GB atau lebih akan memberikan ruang gerak yang jauh lebih besar bagi sistem untuk mengelola berbagai aplikasi, termasuk WhatsApp PWA, tanpa mengalami perlambatan signifikan. Meskipun ini memerlukan investasi, peningkatan RAM seringkali menjadi salah satu upgrade terbaik untuk meningkatkan performa komputer secara keseluruhan.

Komparasi Mendalam: WhatsApp PWA vs. WhatsApp Web di Browser

Dengan hadirnya WhatsApp PWA di Windows dan keberadaan WhatsApp Web yang sudah lama menjadi pilihan, banyak pengguna mungkin bingung mana yang sebenarnya lebih baik untuk digunakan. Mari kita lakukan komparasi mendalam untuk membantu Anda memutuskan opsi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan dan prioritas Anda.

Instalasi dan Akses

  • WhatsApp PWA: Diinstal melalui Microsoft Store atau dari browser (melalui opsi

    Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

    Apa itu WhatsApp PWA di Windows dan mengapa ini menjadi masalah?

    WhatsApp PWA di Windows adalah versi aplikasi WhatsApp untuk desktop yang kini berbasis Progressive Web App, bukan lagi Universal Windows Platform (UWP). Ini berarti aplikasi dijalankan menggunakan mesin browser Chromium (WebView2) di dalam kontainer terpisah, mirip dengan WhatsApp Web, namun diinstal sebagai aplikasi mandiri dari Microsoft Store. Pergeseran ini bertujuan untuk unifikasi codebase dan kemudahan pengembangan lintas platform bagi Meta.

    Mengapa WhatsApp PWA di Windows menguras lebih banyak RAM dan memiliki performa yang lebih rendah?

    WhatsApp PWA lebih boros RAM dan terasa lambat karena setiap kali dijalankan, ia perlu memuat sebuah mesin browser penuh (rendering engine, JavaScript, sandbox) yang membutuhkan banyak sumber daya. Berbeda dengan versi UWP sebelumnya yang native, WhatsApp PWA tidak memanfaatkan API sistem secara langsung. Akibatnya, penggunaan RAM bisa melonjak drastis, bahkan mencapai lebih dari 3 GB saat aktif, dan menyebabkan aplikasi kurang responsif serta notifikasi terlambat.

    Bagaimana cara mengatasi masalah boros RAM dan performa lambat pada WhatsApp PWA di Windows?

    Ada beberapa solusi yang bisa Anda coba untuk mengatasi masalah performa WhatsApp PWA di Windows. Anda dapat kembali menggunakan WhatsApp Web langsung di browser favorit Anda (Firefox, Edge, Chrome) karena ini cenderung lebih ringan. Bagi pengguna Windows dan Samsung, fitur Phone Link bisa menjadi alternatif efisien untuk mengakses WhatsApp ponsel dari desktop. Selain itu, lakukan optimasi sistem seperti mengelola aplikasi startup, memantau Task Manager, dan memastikan Windows serta driver selalu diperbarui.

    Kesimpulan

    Transisi WhatsApp ke Progressive Web App (PWA) di Windows merupakan langkah besar Meta menuju unifikasi platform, namun tidak luput dari tantangan, terutama terkait performa. Kita telah melihat bahwa WhatsApp PWA di Windows cenderung boros RAM dan kurang responsif dibandingkan versi UWP sebelumnya, sebagian besar karena kebutuhan untuk memuat browser engine Chromium secara mandiri. Isu seperti notifikasi yang terlambat dan sinkronisasi yang buruk dengan fitur sistem Windows juga menjadi keluhan umum. Namun, bukan berarti tidak ada solusi.
    Memahami akar masalah ini penting untuk dapat mengambil langkah yang tepat. Solusi seperti kembali menggunakan WhatsApp Web melalui browser yang sudah ada, atau memanfaatkan fitur Phone Link bagi pengguna Windows dan Samsung, terbukti dapat memberikan pengalaman yang lebih efisien. Selain itu, optimasi sistem secara umum melalui manajemen aplikasi startup, pemantauan Task Manager, dan pembaruan driver juga krusial untuk menjaga kinerja komputer. Masa depan WhatsApp di desktop mungkin akan terus berevolusi, dan harapan terletak pada optimasi lebih lanjut dari Meta untuk menyeimbangkan kemudahan pengembangan dengan performa yang mumpuni.
    Dengan informasi dan tips yang telah disampaikan, Anda kini memiliki pemahaman yang lebih baik tentang WhatsApp PWA di Windows dan bagaimana mengatasi tantangan performanya. Jangan biarkan masalah teknis mengganggu komunikasi Anda. Pilih solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi perangkat Anda untuk memastikan pengalaman WhatsApp yang lancar dan efisien.